Beranda > kesehatan, kti skripsi analis kesehatan, kti skripsi kebidanan, kti skripsi kedokteran, kti skripsi keperawatan > Hubungan Motivasi Ekstrinsik Dalam Pembelajaran Laboratorium Dengan Kemampuan Dalam Asuhan Persalinan Normal Mahasiswa (kode090)

Hubungan Motivasi Ekstrinsik Dalam Pembelajaran Laboratorium Dengan Kemampuan Dalam Asuhan Persalinan Normal Mahasiswa (kode090)

Abstrak

Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan suatu bangsa karena pendidikan adalah proses penyampaian kebudayaan dari suatu generasi ke generasi berikutnya, yang didalamnya termasuk keterampilan, pengetahuan, sikap-sikap, dan nilai-nilai, serta perilaku tertentu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui Hubungan Motivasi Ekstrinsik Mahasiswa Dalam Pembelajaran Praktek Laboratorium Dengan Kemampuan Dalam Asuhan Persalinan Normal Mahasiswa Semester V Akademi Kebidanan Periode. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Penelitian ini dilakukan di Akademi Kebidanan. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket dengan 20 pertanyaan tentang motivasi ekstrinsik yang terdiri atas kualitas dosen, bobot materi kuliah, kondisi dan suasana pemebelajaraan, fasilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi mahasiswa dalam Pembelajaran Praktek Laboratorium Dengan Kemampuan Mahasiswa Dalam Asuhan Persalinan Di Akademi Kebidanan Tahun 2008 berdasakan hasil analisa data diperoleh Dari tabel diatas menunjukkan bahwa Motivasi ekstrinsik dalam pembelajaran laboratorium paling banyak dalam Motivasi Sedang yaitu 33 orang (64,0%), dan paling sedikit dalam Motivasi Rendah yaitu 17 orang (34,0%). Dari tabel diatas diperoleh Kemampuan mahasiswa Akbid Semester V dalam pembelajaran APN paling banyak dalam kategori Baik yaitu 29 orang (58.0%), dan paling sedikit dalam kategori Sangat Baik 21 orang (42%). Motivasi ekstrinsik diduga berkaitan erat dengan kemampuan dalam APN. Hasil penelitian dilaporkan bahwa mahasiswa yang mempunyai motivasi sedang mempunyai kemampuan cukup sebesar 17(51,5%), sedangkan mahasiswa yang mempunyai motivasi sedang, mempunyai kemampuan yaitu sebesar 12(76,6%). Hasil uji kai kuadrat dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan proporsi nilai kemampuan dalam APN pada motivasi sedang dibandingkan dengan motivasi tinggi (p= 0,32 1). Adapun besarnya dapat dilihat dari nilai OR yang besarnya 0,44, artinya mahasiswa yang mempunyai motivasi sedang mempunyai peluang 0,44 dibandingkan motivasi tinggi.
Kata kunci : Motivasi ekstrinsik, pembelajaran praktek laboratorium, kemampuan Asuhan Persalinan Normal

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan suatu bangsa karena pendidikan adalah proses penyampaian kebudayaan dari suatu generasi ke generasi berikutnya, yang didalamnya termasuk keterampilan, pengetahuan, sikap-sikap, dan nilai-nilai, serta perilaku tertentu. (Syaiful, 2005)
Rendahnya motivasi belajar kerap dituding sebagai biang keladi dari rendahnya kualitas lulusan asebuah perguruan tinggi. Pada kebanyakan perguruan tinggi swasta, faktor ini bahkan menimbulkan persoalan dilematis karena dengan rendahnya motivasi belajar, sebenarnya bukan tidak mungkin mahasiswa dapat menguasai pembelajaran dengan baik, namun harus dilakukan demi kelangsungan perguruan tinggi tersebut.
Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai
keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehinga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. (M.Sobri Sutikno, 2007)
Kebidanan adalah bagian integral dari sistem kesehatan dan berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, praktek dan kode etik bidan dimana dalam memberikan pelayanannya meyakini bahwa kehamilan dan persalinan adalah suatu proses fisiologi normal dan bukan merupakan penyakit, walaupun pada beberapa kasus mungkin berkomplikasi sejak awal karena kondisi tertentu atau komplikasi bisa timbul kemudian. Fungsi kebidanan adalah untuk memastikan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, bermitra dengan perempuan, menghormati martabat dan memberdayakan segala potensi yang ada padanya.(Pusdinakes, 2002)
Menurut Depkes (2008) Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 307/100.000 kelahiran hidup. Kondisi ini menempatkan Indonesia menjadi peringkat pertama dalam kasus kematian ibu melahirkan, karena itu profesi bidan memiliki peranan penting untuk menekan angka kematian ibu tersebut. Bila perlu, dimana ada perempuan di sana ada bidan agar target penurunan AKI menjadi 125/100.000 dapat dicapai pada tahun 2010.
Pembelajaran praktek laboratorium secara umum bertujuan agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar dalam hal menerapkan teori yang ada, sesuai dengan materi pembelajaran yang di berikan oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan
walaupun mahasiswa belum secara utuh menerapkannya pada dunia kerja nyata. Dalam hal ini mahasiwa mampu menerapkannya sebagai bahan pelatihan dan persiapan untuk penerapan pada praktek klinik nantinya, juga membangkitkan minat dan rasa percya diri dalam melakukan praktek.
Dalam proses pembelajaran yang dilakukan pemberian tugas mandiri berupa pembuatan makalah dan latihan serta tugas praktek seperti pembuatan aplikasi dapat menumbuhkan kemandirian mahasiswa dalam berpikir, berkreasi dan bertindak. Dalam hal pembelajaran juga didukung dengan proses pembelajaran di laboratorium yang ditempuh dengan cara meningkatkan kualitas tenaga teknisi dan laboran dalam perawatan dan operasional alat-alat yang ada. (Sutisna, 2006)
Di Akademi Kebidanan nilai mahasiswa dalam pembelajaran praktik laboratorium asuhan kebidanan persalinan lebih tinggi di bandingkan dengan pembelajaran tanpa praktik (teori) dilihat dari nilai mahasiswa angkatan III TA. 2004/2007 Semester V. Mayoritas mahasiswa mendapat nilai B sebanyak 74,2% sedangkan untuk pembelajaran teori mayoritas mahasiwa mendapat nilai C sebanyak 65%, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa lebih mudah mengerti dan menerapkan pembelajaran dengan metode praktik laboratorium.
Berdasarkan survey awal yang telah dilakukan peneliti di Akademi Kebidanan pada bulan september pembelajaran teori yang ada pada mahasiswa semester V tentang Motivasi Pembelajaran Praktek Laboratorium 25 orang diantaranya mengaku merasa lebih mengerti pembelajaran dengan praktik di
bandingkan dengan pembelajaran teori, selain itu mereka juga mengatakan bahwa pembelajaran asuhan kebidanan persalinan dengan teori cukup membosankan.
Dapat dikatakan bahwa motivasi belajar mahasiswa merupakan faktor yang paling menentukan dalam menciptakan lulusan yang berkualitas. Sehingga, sejalan dengan tekad akademi kebidanan Imelda dapat menghasilkan bidan yang professional dan berkualitas, tekad itu kiranya dibarengi dengan upaya untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana hubungan motivasi ekstrinsik mahasiswa dalam pembelajaran praktek laboratorium dengan kemampuan dalam Asuhan Persalinan Normal (APN) sehingga dapat diperoleh masukan untuk merumuskan kebijakan yang tepat untuk meningkatkannya.

B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Hubungan Motivasi Ekstrinsik Mahasiswa Dalam Pembelajaran Praktek Laboratorium Dengan Kemampuan Mahasiswa Dalam Asuhan Persalinan Normal Di Akademi Kebidanan Periode.

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan motivasi mahasiswa dalam Pembelajaran Praktek Laboratorium Dengan Kemampuan Mahasiswa Dalam Asuhan Persalinan Di Akademi Kebidanan Tahun 2008
2. Tujuan khusus
a. Mengetahui Motivasi Ekstrinsik Mahasiswa Dalam Pembelajaran Praktek Laboratorium Oleh Mahasiswa Semester V Akademi Kebidanan Periode.
b. Mengetahui Kemampuan Mahasiswa Dalam Asuhan Persalinan Normal Pada Mahasiswa Semester V Akademi Kebidanan Periode.
c. Mengetahui Hubungan Motivasi Ekstrinsik Mahasiswa Dalam Pembelajaran Praktek Laboratorium Dengan Kemampuan Mahasiswa Dalam Asuhan Persalinan Di Akademi Kebidanan Periode.

D. Manfaat penelitian
1. Bagi Institusi
Dapat menjadi bahan acuan untuk peningkatan mutu pendidikan yang lebih baik sehingga menghasilkan alumni kebidanan yang berkualitas. Penelitian ini juga bermanfaat untuk megukur dan mengetahui motivasi dan kemampuan mahasiswa di Akademi Kebidanan.
2. Bagi Dosen
Penelitian ini diharapkan memberikan masukan bagi dosen untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas dalam pemberian pembelajaran dan menumbuhkan sikap positif mahasiswa terhadap asuhan kebidanan khususnya asuhan persalinan, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar asuhan kebidanan mahasiswa.
3. Bagi Mahasiswa
Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi mahasiswa Akademi Kebidanan khususnya Kebidanan Imelda dalam meningkatkan motivasi mahasiswa dalam pembelajaran praktek laboratorium sebagai bekal pada saat terjun didunia kerja nyata.

silahkan downlod KTI Skripsi dengan judul
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: